Selasa, 25 November 2014

laapooraan 8

BAB I
LANDASAN TEORI



Pendukung Fungsi

PostgreSQL memiliki fungsi yang dapat mengubah suatu nilai dalam suatu kolom atau baris menjadi huruf besar. Fungsi tersebut bernama upper (nama_kolom), berfungsi memanggil fungsi upper dengan nama_kolom sebagaii argumen sehingga menghasilkan nilai padakolom dalam huruf besar. Berikut Struktur SQL untuk menampilkan data dalam huruf besar semua :
SELECT upper ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

Berikut struktur SQL untuk menampilkan data dimana huruf pertama saja yang besar:
SELECT initcap ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani fungsi yang lebih kompleks. Pl/pgsql sudah terdapat dalam instalasi PostgreSQL. Keuntungan penggunaan Fungsi PL/PGSQL : 1. Meningkatkan kinerja karena mengurangi pengiriman kode dari klien ke server. 2. Meningkatkan keamanan karena pengaksesan data tertentu ditangani dalam server. 3. Meningkatkan konsistensi data saat sejumlah aplikasi memanggil prosedur yang sama; Sebaliknya kelemahannya yaitu server akan lebih terbebani karena banyak proses yang harus ditangani. Sedangkan query PL/PGSQL agar lebih mudah di pahami akan dibagi menjadi 2 yaitu pembuatan fungsi dan pembuatan definisi – Berikut Struktur pembuatan fungsi dalam pl/pgsql
1. Pembuatan fungsi :
CREATE [OR REPLACE] FUNCTION nama_fungsi ( argtype , … ]) RETURNS tipe_data AS ‘definisi’ LANGUAGE ‘plpgsql’;
2. Pembuatan definisi :
DECLARE nama_variable tipe_data /* deklarasi variabel, type */ BEGIN /* prosedural dan SQL masuk disini seperti select, update dan sebagainya*/ Return nama_variable /* blok ini yang wajib */ END;
- Menghapus fungsi : DROP FUNCTION nama_fungsi(paramater, parameter, parameter … ); Contoh : DROP FUNCTION pembagian(text);
Berikut ini implementasi dari contoh penggunaan fungsi dengan bahasa PL/PGSQL:
db_personal=> CREATE FUNCTION pl_caripegawai (integer) db_personal-> RETURNS text db_personal-> AS ‘DECLARE hasil TEXT; db_personal’> BEGIN db_personal’> SELECT INTO hasil nama as nama_mahasiswa db_personal’> FROM pegawai db_personal’> WHERE id = $1; db_personal’> RETURN hasil; db_personal’> END;’ db_personal-> LANGUAGE ‘plpgsql'; CREATE
db_personal=> SELECT pl_caripegawai (1); pl_caripegawai —————– Hendro (1 row) db_personal=> SELECT pl_caripegawai (2); pl_caripegawai ——————– Tika (1 row)
Contoh berikut menunjukkan query percabangan yang akan menampilkan nilai terkecil dari dua buah parameter :
create function percabangan (x integer,y integer) returns integer as ‘declare nilai_terkecil integer; begin if x < y then select into nilai_terkecil x; else select into nilai_terkecil y; end if; return nilai_terkecil; end;’ language ‘plpgsql’; Hasil sebagai berikut : Select percabangan (300,250); Percabangan —————– 250 (1 row)
Contoh berikut menunjukkan query perulangan yang akan menampilkan akumulasi dari jumlah perulangan :
Create function perulangan (a integer,b integer) Returns integer As ‘ declare nilai_awal integer default a; Hasil integer default 0; Begin
Loop If nilai_awal > b then Exit; End if; Hasil := hasil+nilai_awal; Nilai_awal := nilai_awal+1; End loop; Return hasil; End;’ Language ‘plpgsql’;
Hasilnya sebagai berikut :
Select perulangan (1,5); Perulangan —————- 15 1 (row)

Fungsi PL/PGSQL 
PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani fungsi yang lebih kompleks. Pl/pgsql sudah terdapat dalam instalasi PostgreSQL.
Berikut adalah keuntungan penggunaan Fungsi PL/PGSQL:
1. Meningkatkan kinerja karena mengurangi pengiriman kode dari klien ke server.
2. Meningkatkan keamanan karena pengaksesan data tertentu ditangani dalam server.
3. Meningkatkan konsistensi data saat sejumlah aplikasi memanggil prosedur yang
sama;
Sebaliknya kelemahannya yaitu server akan lebih terbebani karena banyak proses yang harus ditangani. Sedangkan query PL/PGSQL agar lebih mudah di pahami akan dibagi menjadi 2 yaitu pembuatan fungsi dan pembuatan definisi.
Berikut Struktur pembuatan fungsi dalam pl/pgsql
1. Pembuatan fungsi :
CREATE [OR REPLACE] FUNCTION nama_fungsi ( argtype , ... ])
RETURNS tipe_data
AS ‘definisi
LANGUAGE ‘plpgsql’;
2. Pembuatan definisi :
DECLARE nama_variable tipe_data /* deklarasi variabel, type */
BEGIN
/* prosedural dan SQL masuk disini seperti select, update dan sebagainya*/
Return nama_variable /* blok ini yang wajib */
END;
Menghapus fungsi :
DROP FUNCTION nama_fungsi(paramater, parameter, parameter ... );
Contoh :
DROP FUNCTION pembagian(text); Sudah memahami fungsi, ada tahap selanjutnya, yaitu  trigger.

Trigger
Menjalankan fungsi disaat kita INSERT, UPDATE DAN DELETE data memiliki tipe data khusus yaitu OPAQUE. Memiliki variabel khusus NEW : insert atau update, OLD    : update atau delete
CREATE TRIGGER nama_trigger
BEFORE
    INSERT
    ON nama_tabel
    FOR EACH ROW
EXECUTE PROCEDURE fungsi_dipanggil();

Buat fungsi huruf besar semua
CREATE FUNCTION huruf_besar() RETURNS opaque AS'
BEGIN
    NEW.nama_kolom := UPPER(NEW.nama_kolom);
    RETURN NEW;
END;
'LANGUAGE 'plpgsql';
 
BAB II
HASIL PRAKTIKUM
 
1. Buatlah  fungsi konversi suhu dari Fahrenheit ke derajat celcius dengan rumus konversi sebagai berikut : celcius= (5*(nilai Fahrenheit-32))/9!
Kemudian jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut ! 
 

2. Buatlah fungsi untuk mencari alamat mahasiswa dari tabel mahasiswa berdasarkan nama mahasiswa. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !
 

 


3. Buatlah fungsi untuk menghitung nilai dengan menggunakan bahasa pl/sql !
 
Nilai > 100 atau Nilai<0  : Nilai Salah
Nilai ≥ 90  : Nilai A
70 ≤ Nilai < 90 : Nilai B
60 ≤ Nilai < 70 : Nilai C
50 ≤ Nilai < 60 : Nilai D
0 ≤ Nilai < 50 : Nilai E

Kemudian jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut ! 
 
 
4.Buatlah  fungsi menggunakan pl/pgsql  untuk mencari  bilangan ganjil atau genap dari bilangan yang diinputkan. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !




5. Tambahkan kolom modifikasi pada tabel mahasiswa. Dimana setiap ada insert atau update maka tanggal pada kolom modifikasi akan menunjukkan tanggal perubahan tersebut dilakukan.

BAB III
PENUTUP

  • KESIMPULAN 
Jadi kesimpulannya, di setiap DBMS jika ingin membuat suatu query, maka harus hati-hati. Karena di setiap DBMS itu berbeda-beda.
  • SARAN
Sarannya, lebih banyak penjelasan. lebih jelas cara atau strukturnya. lebih rajin dan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar