BAB I
LANDASAN TEORI
Pengertian NormalisasiIstilah normalisasi berasal dari E. F. Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel (relasi) dalam basis data (dengan tujuan untuk mengurangi kemubadziran data), normalisasi terkadang hanya dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel - tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain.
Bentuk NormalAturan-aturan normalisasi dinyatakan dalam istilah bentuk normal. Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikarenakan pada relasi - relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Misalnya,suatu relasi berada dalam bentuk normal pertama (biasa disebut 1NF) jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris. Beberapa level yang biasa digunakan pada normalisasi adalah :
- Bentuk Tidak Normal
- Bentuk Normal Pertama (1NF)
- Bentuk Normal Kedua (2NF)
- Bentuk Normal Ketiga (3NF)
- Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)
- Bentuk Normal Keempat (4NF)
- Bentuk Normal Kelima (5NF)
1. Bentuk Tidak NormalBentuk ini merupakan kumpulan data yang akan disimpan, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi dan data dikumpulkan apa adanya.
2. Bentuk Normal Pertama (1NF)Bentuk normal pertama biasa dikenakan pada tabel yang belum ternormalisasi. Tabel yang belum ternormalisasi adalah tabel yang memiliki atribut yang berulang. Definisinya adalah suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris. Data yang tak ternormalisasi dapat diubah ke dalam bentuk normal pertama dengan cara membuat setiap baris berisi kolom dengan jumlah yang sama dan setiap kolom hanya mengandung satu nilai. Relasi yang memenuhi bentuk normal pertama umumnya memiliki berbagai masalah. Masalah yang timbul secara umum adalah disebabkan oleh adanya kemubadziran. Selain itu, sekalipun ketidakkon-sistenan misalnya tidak terjadi, namun terjadi ketidakefisienan sewaktu mengubah data. Berbagai persoalan yang menyangkut anomali biasanya juga muncul pada relasi yang hanya memenuhi bentuk normal pertama.
3. Bentuk Normal Kedua (2NF)Didefinisikan berdasarkan dependensi fungsional. Suatu relasi berada adalam bentuk normal kedua jika dan hanya jika:
- Berada pada bentuk normal pertama.
- Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya terhadap kunci primer.
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF)Definisinya setiap relasi dikatakan dalam bentuk normal ketiga (3NF) jika :
- Berada dalam bentuk normal kedua
- Setiap atribut bukan kunci tidak memiliki ekspendensi transitif terhadap kunci primer.
5. Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)Definisi : suati relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd jika dan hanya jika semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik). BCNF merupakan bnetuk normal sebagai perbaikan terhadap 3NF. Suatu relasi yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3NF, tapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3NF belum tentu memenuhi BCNF. Dalam banyak literatur disebutkan bahwa BCNF adalah perbaikan dari 3NF, karena bentuk normal ketigapun mungkin masih mengandung anomali sehingga masih perlu dianomalisasi lebih lanjut.
6. Bentuk Normal Keempat (4NF)Dalam normalisasi ini kita mengenal adanya tipe baru dari ketergantungan (dependency) yaitu Multivalued Dependency (MVD), yang merupakan generalisasi dari functional dependence. Atau sebaliknya, FD adalah peristiwa khusus dari MVD di mana himpunan nilai dependent berisi satu nilai saja.
7. Bentuk Normal Kelima (5NF)Suatu relation dapat terus dilakukan proses nonloss-decomposition sampai semua projection berada pada 5NF. Tetapi hal ini juga ada keterbatasan yaitu join dependency (JD), yaitu bila projection dapat dilakukan sehingga tidak ada nilai yang hilang, apabila di join kembali. JD adalah generalisasi dari MVD. Suatu relation R berada pada 5NF bila setiap join dependency di R dibuat dengan candidate key di R.
BAB II
HASIL PRAKTIKUM
Diketahui soalnya adalah sebagai berikut :
Kemudian langkah-langkahnya kita buat unnormalized form-nya dulu.
Setelah dapat bentuk unnormalisasinya buat normalisasi yang pertama (1NF)
Dan kita buat bentuk normalisasi yang kedua (2NF). Dan hasil akhirnya (3NF) seperti ini.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam merancang database harus dapat dijawab apabila kita diberikan data, maka bagaimana kita menentukan struktur logik yang tepat untuk data tersebut, atau bagaimana kita menentukan relation-relation yang diperlukan dan apa atributnya. Semua relation dalam relational database selalu sudah ternormalisasi, dalam arti bahwa semua relation sudah didefinisikan terhadap domain sederhana, yaitu domain yang hanya berisi nilai atomik. Dalam normalisasi lanjutan kita berusaha untuk menghilangkan/mengurangi data yang duplikasi atau mubazir agar supaya mendapatkan bentuk yang baik, hemat tempat, hemat waktu, hemat biaya dan yang memberikan respon yang baik dan cepat.
Suatu relation dikatakan sudah berada pada bentuk normalisasi tertentu bila memenuhi beberapa batasan tertentu pada tingkat tersebut. Tingkat normalisasi yang lebih tinggi dianggap lebih baik dari tingkat dibawahnya. Tingkat-tingkat normalisasi :
1. Relation umum (yang belum dan yang sudah ternormalisasi)
2. 1NF (First Normal Form) relation yang sudah ternormalisasi.
3. 2NF (Second Normal Form) relation.
4. 3NF (Third Normal Form) relation.
5. BCNF (Boyce Codd Normal Form) relation.
6. 4NF (Fourth Normal Form) relation.
7. PJ/NF (Project Join Normal Form) atau 5NF (Fifth Normal Form) relation
Untuk 6NF dan 7NF dan seterusnya belum terpikirkan saat ini, walaupun
begitu nanti akan kita bicarakan salah satu tingkat normalisasi lagi yaitu DKNF atau
Domain-Key-Normal Form.
Saran
Jujur, saya masih belum faham, atau istilahnya blank soal seperti ini. Dan mohon kejelasan lagi untuk materi ini. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar