Selasa, 23 September 2014

Laapooraan 1


BAB I
LANDASAN TEORI


Pengertian Basis Data

Menurut Connolly, definisi basis data adalah kumpulan data yang dihubungkan secara bersama-sama, dan gambaran dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. Menurut Date, definisi dari basis data adalah kumpulan terintegrasi dari file yang merupakan representasi data dari suatu model enterpriseSedangkan menurut Fathansyah, , basis data adalah :
  • Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
  • Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  • Kumpulan file/ tabel/ arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Dan menurut beberapa sumber sendiri, ada yang mengatakan bahwa, basis data (database) merupuakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya.

Istilah 'basis data' berawal dari komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luias, memasukkan hal - hal di luar bidang elektronika. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan - catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya; penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi sekma, atau memodelkan struktur basis data; ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Yang umum digunakan adalah model relasional, yang menurut istilah layanan mewakili semua informasi dalam bentuk tabel - tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.

Database sebenarnya suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali. Tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi. Pengulangan data (data redundancy) adalah duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file. Indenpendensi data itu kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuatperubahan pada program yang memproses data.

1) Bentuk Data Base
  • Hierarchical DataBase
  • Network DataBase
  • Relational DataBase
2) Struktur Data Base
Integrasi logis file dicapai dengan 2 cara :
  • Hubungan Eksplisit
  • Hubungan Implicit
3) Tipe - Tipe Data Base
  • Operational DataBase
  • Analytical DataBase
  • Data WareHouse
  • Distributed DataBase
  • ENd User Database
  • HyperMedia Database
  • External DataBase
4) Komponen DataBase
  • File DataBase
  • DBMS
  • Sistem Antar-Muka Bahasa Induk (A Host Language Interfice System)
  • Program Aplikasi
  • Sebuah Sistem Antar Muka Bahasa Alami (A Natural Language Interface System)
  • Kamus Data (data dictionary)
  • Terminal Pengaksesan dan Pemutakhiran yang online
  • Sistem Keluaran
5) Kriteria DataBase
  • Struktur filenya memudahkan untuk mengcutkan record dengan yang lainnya.
  • Penggabungan file secara menyilang dimungkinkan, sehingga record yang sebelumnya bebas karena biasa digabung dan diproses bersama secara otomatis.
  • File program/datanya bersifat bebas, sehingga memudahkan untuk pemutakhiran dan perawatan DB.
  • Memilih rumusan bersama (common definition) dalam kaitannya dengan definisi data, format record dan berbagai jenis deskripsi lainnya.
  • Memiliki DBMS untuk mengelola data.
  • Kamus Data
  • Memiliki memori akses langsung yang besar untuk memuat data DBMS.
  • Memiliki program dan piranti komunikasi yang canggih, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data secara serempak.
  • Memiliki teknik-teknik penyalinan (back up), penghidupan kembali (restart) dan perolehan kembali (recovery) yang canggih yang dapat merekrontuksi kembali file-file DB jika ada data yang rusak/hilang.
  • Adanya Query Language.
6) Manajerial DataBase Meliputi :
  • System Intelegent
Untuk perencanaan strategis, baik dalam substansi jumlahnya maupun sifatnya bagi kegiatan manajemen puncak.
  • Masalah-masalah management khusus
  • Model Manajemen
  • Tugas Kunci system informasi
  • Perangkat lunak data base
Perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integrasi logis antar file, baik eksplisit maupun implicit disebut system manajemen database( datavase management system ) DBMS. IDS dari General Electric adalaj contoh pertamanya dan kemudian diikuti oleh sejumlah usaha serupa dari pemasok perangkat keras dan perangkat lunak lain. Contoh DBMS yang menggunakan struktur hirarkis adalah IMS (Infirmation Management System) dari IBM dan System 2000 dari Intel.

  • Menciptakan database
Proses menciptakan database mencakup tiga langkah utama, yaitu :
• Menentukan kebutuhan data, meliputi pendekatan berorientasi proses, pendekatan model perusahaan.
• Menjelaskan data, dengan cara system kamus data, data description language.
• Memasukan data


  • Pengelola database
Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database atau DBA. Tugas DBA terbagi dalam empat bidang utama :
• Perencanaan database, mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema perusahaan dengan para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka. Selain itu juga perperan penting dalam memilih DBMS.
• Penerapan database, terdiri dari menciptakan data base yang sesuai dengan DBMS yang dipilih, serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaaan database.
• Operasi database, mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai datavase dan menyediakan bantuan saat diperlukan.
• Keamanan database, meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistic yang disediakan DBMS. Selain itu juga memastikan bahwa data base tetap aman. 






BAB II
Hasil Praktikum dan Tugas Rumah

Cara Instal MySQL

  • Download terlebih dahulu mysql. Lalu setelah download selesai buka programnya maka akan muncul seperti gambar di bawah ini 
  • Setelah itu check list pada “I accept the terms in the License Agreement lalu klik Next. 
  • Lalu akan muncul gambar ini. Pilih yang Typical. 


  • Klik Instal,lalu tunggu sampai proses instal selesai
  • Setelah proses Install selesai.klik Finish lalu akan muncul gambar ini.Klik Next
  • klik Next. 

  • Lalu klik Next.


  • . Lalu pilih Detailed Configuration. Lalu klik Next. 

  • Lalu pilih Developer Machine. Lalu klik Next. 

  • Lalu pilih Multifunctional Database. Klik Next






  • Pilih drive untuk tempat menyimpan program Mysql nya. Lalu Next
  • Lalu pilih Manual Setting, masukkan angka Concurrent connections , saya pilih angka yaitu 5. Lalu Next 

  • Lalu pilih klik check list pada Enable TCP/IP dan Enable Strcit Mode seperti gambar di bawah ini dan default server Port yaitu 3306. Jika kamu mengubah angka server port ini maka kamu memerlukan port spesifik untuk aplikasi – aplikasi untuk connect dengan server. Lalu Next
  • Lalu pilih Best Support For Multingualism untuk membuat UTF8 sebagai default character. Lalu klik Next


  • Lalu beri check list pada keduanya seperti gambar ini, lalu pilih Service Name sesuai keinginan anda. 

  • Lalu beri checklist pada Modify security Settings jika anda ingin memberi pasword root. Seperti gambar di bawah ini. Jika tidak ingin menggunakan password, jangan beri chechlist pada Modify security settings. Lalu klik Next
  • Lalu klik Execute dan tunggu hingga instalasi selesai seperti gambar di bawah ini. 
  • Setelah itu anda bisa langsung mencoba Mysql Servernya seperti di bawah ini. 





Cara Instal PostgreSQL

  • Tampilan awal proses instalasi PostgreSQL. Kemudian klik  tombol Next

  • Pilih direktori tempat penginstalan, biarkan saja defaultnya atau ganti sesuai keinginan anda. Kemudian klik tombol Next.
  • Pilih direktori tempat penyimpanan data, tetapi saya sarankan agar tidak merubahnya dan melih secara default saja. Kemudian tekan tombol Next.
  • Kemudian isikan password yang akan digunakan untuk koneksi ke database PostgreSQL setelah proses instalasi selesai. Misalnya kita masukan password “root”.
  • pada jendela setup port biarkan saja secara default yaitu “5432”. Kemudian klik tombol next
  • Dijendela setup advance options biarkan saja secara default seperti yang terlihat dalam gambar. Kemudian klik tombol next.
  • Pada jendela  setup ready to install klik tombol next. Kemudian akan muncul jendela yang menunjukan proses instalasi sedang berlangsung, tunggu beberapa saat hingga peoses instalasi selesai.
  • Proses instalasi selesai. Uncheck kotak Launch Stack Builder, sebab jika diberi tanda check maka proses instalasi akan dilanjutkan dengan mendownload beberapa program pendukung seperti pendukung koneksi dengan basis data, dan sebagainya: kemudian klik tombol Finish.


  • Untuk menjalankan PostgreSQL, lewat menu Start klik all program trus cari PostgreSQL 9.0. Lalu klik pgAdmin III. Kemudian akan jendela kerja PostgreSQL seperti pada gambar dibawah ini.


HASIL TUGAS 1
HASIL TUGAS 2
HASIL TUGAS 3
HASIL TUGAS 4
HASIL TUGAS 5
HASIL TUGAS 6
HASIL TUGAS 7

Dan yang terakhir adalah ERD informasi akademik atau yang biasa disebut SIAKAD.




BAB III
Evaluasi Perbandingan 2 DBMS


PostgreSQL vs MySQL

Saat ini dengan mudah kita bisa mengatakan, dua produk database open source paling terkenal dan banyak digunakan adalah MySQL dan PostgreSQL. “Mana yang lebih bagus?” adalah pertanyaan yang hingga akhir zaman nanti akan selalu terlontar. Kami tahu pertanyaan ini tidak ada artinya, dan tidak membantu sama sekali. Namun di artikel ini kami mencoba menyusun beberapa aspek dari kedua database yang berbeda satu sama lain. Harapan kami, perbandingan ini membantu Anda menjawab pertanyaan “mana yang sebaiknya dipakai untuk [sebutkan kebutuhan Anda di sini].” Jangan lupa pula, sebelum memutuskan selalu ceklah dulu homepage kedua database sebab dari waktu ke waktu fitur tiap database berubah/bertambah. Perbandingan di artikel ini sendiri menggunakan versi MySQL 3.23.49/4.0.1 dan PostgreSQL 7.2.
  • Tujuan Desain

Dari semula latar belakang dikembangkannya kedua database ini sudah berbeda. MySQL berkembang dari solusi yang dipakai oleh pembuatnya, TcX AB, dalam memroses data untuk aplikasi Web. Fokusnya adalah pada kecepatan. PostgreSQL, di lain pihak, berkembang dari riset akademik. Fokus pengembangan PostgreSQL adalah pada fitur OO, reliabilitas, dan dukungan SQL yang mantap. Namun, seiring kedua produk ini bertambah matang, keduanya semakin banyak memiliki sifat-sifat ini. MySQL versi 4.x misalnya, berjanji menambahkan fitur-fitur yang sejak lama diidamkan pemakainya: subselect, view, dsb. Sementara PostgreSQL, yang sempat memiliki masalah stabilitas dan skalabilitas di seri awal versi 6.x, juga kini telah amat menarik dari segi kecepatan.
  • Pengembangan

Pengembangan MySQL diatur secara sentral oleh perusahaan komersial di Swedia bernama MySQL AB (sebelumnya TcX AB). Perusahaan ini memperoleh pemasukan utamanya dari menjual layanan support dan konsultasi MySQL. PostgreSQL dikembangkan secara lebih terdesentralisasi dan merakyat, namun tetap diatur oleh sebuah kelompok online bernama PostgreSQL Development Group.
MySQL dirilis dalam satuan yang lebih sering (sebulan bisa lebih dari satu kali), sementara PostgreSQL sekitar 4–6 bulan sekali.
  • Jumlah Pengguna

Menurut MySQL AB, saat ini jumlah instalasi MySQL sekitar 3 juta. PostgreSQL sendiri tidak diketahui pasti berapa jumlah penggunanya; kemungkinan masih berada di bawah MySQL karena banyaknya situs Web dan perusahaan webhosting yang hanya menggunakan MySQL. Plus secara keseluruhan popularitas MySQL (trafik milis, tutorial/artikel yang membahas, dsb) lebih besar daripada PostgreSQL. Tapi karena PostgreSQL juga disertakan secara default di distro-distro Linux seperti Red Hat dan SuSE, jumlah penggunanya pun sudah pasti banyak.
  • Arsitektur dan Portabilitas

MySQL memiliki arsitektur multithreading, sementara PostgreSQL multiproses (forking). Ini berarti PostgreSQL potensial memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati—meskipun pada kenyataannya, dulu ini sering terjadi. Di sisi lain, arsitektur dengan forking ini sulit diterapkan ke Windows, sebab Windows amat thread-oriented. Karena itulah, baru MySQL yang memiliki port natif ke Windows. PostgreSQL sendiri saat ini bisa dijalankan di Windows, tapi melalui lapisan emulasi Cygwin.
  • ACID compliance

Sampai sekarang masih banyak yang bilang MySQL itu tidak ACID-compliant. Padahal sejak 2 tahun lalu MySQL sudah mempunyai handler tabel BerkeleyDB, dan belakangan ini InnoDB, sehingga MySQL sudah mendukung transaksi. Handler tabel MySQL yang lama, ISAM dan MyISAM, tidak ACID-compliant. PostgreSQL sendiri sejak lama telah ACID-compliant.
  • Lisensi

Lisensi PostgreSQL lebih liberal. Inilah sebabnya ada banyak produk closed-source dan komersial yang bisa dikembangkan dari source code PostgreSQL. MySQL, karena dilisensi di bawah GPL, tidak boleh dimodifikasi menghasilkan produk turunan yang closed-source.
  • Kecepatan

Soal kecepatan ini relatif dan kadang juga jadi isu sensitif. Baik kedua pihak, maupun pihak ketiga, pernah menerbitkan benchmark yang lalu ditepis atau dicibir karena tidak objektif.
Pada dasarnya perbandingan kecepatan keduanya seperti ini: MySQL terkenal cepat dalam melakukan query sederhana. Dengan kata lain, dapat memroses lebih banyak SQL per satuan waktu. Tapi dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), PostgreSQL sering mengalahkan MySQL untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, seperti dialami Tim Perdue saat mencoba kedua database untuk diimplementasikan di SourceForge.net. Penyebab utamanya adalah karena MySQL menggunakan locking level table dalam UPDATE, sehingga koneksi yang lain tidak bisa membaca table ybs sama sekali. Locking inilah juga sebabnya mengapa pada banyak benchmark, MySQL menunjukkan penurunan kinerja yang cukup drastis untuk kondisi jumlah klien simultan tinggi. PostgreSQL mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row. Table handler baru di MySQL, InnoDB, juga mendukung row level locking. Benchmark InnoDB pada jumlah koneksi tinggi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan (www.innodb.com/bench.html).
Masalah locking tabel bisa diakali dengan membelah-belah tabel, agar satu kelompok row dapat dilock tanpa mengganggu kelompok row lain. Bahkan ada pengguna MySQL yang membelah sebuah tabel besar berisi jutaan record menjadi ribuan tabel kecil-kecil.
  • Stabilitas

Keduanya sudah bisa dibilang cukup hingga amat stabil. Tapi perlu diingat bahwa database manapun—bahkan Oracle—sesekali dapat menyebabkan kerusakan data. Karena itu backup/history periodik dan incremental tetap diperlukan.
  • Fungsi Built-In

MySQL terkenal kaya fungsi built-in, seperti modifikasi string (REPLACERIGHTLTRIMLCASE), matematika (LOGLOG10), tanggal, dsb. Dalam hal ini MySQL lebih unggul.
  • Interface

Keduanya sudah amat solid. Mulai dari API C/C++, driver database Perl/Python/PHP/Tcl, ODBC, JDBC telah didukung. Anda tidak akan kesulitan menggunakan database ini dari berbagai sistem dan bahasa pemrograman. MySQL juga mendukung OLEDB dan memiliki versi embedded untuk dilink bersama aplikasi buatan Anda sendiri.
  • Full Text Indexing

MySQL mendukung indeks full text secara natif. PostgreSQL mendukung full text searching lewat program lain (contohnya: OpenFTS, openfts.sourceforge.net) yang memanfaatkan tipe data arraynya untuk menyimpan indeks dokumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa indexing dengan MySQL lebih praktis, tapi dengan program ketiga lebih banyak fitur dan opsi yang bisa diatur (mis: stemming, parsing kata non-Inggris, dsb). MySQL juga, tentu saja, dapat dipakai sebagai backend bagi program search eksternal (contoh: DBIx::KwIndex, search.cpan.org/search?dist=DBIx-KwIndex), meski mungkin tidak seefisien dibandingkan array di PostgreSQL.
  • Replikasi

Keduanya sudah memiliki replikasi, meski replikasi di MySQL barulah satu arah. Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya, namun Anda dapat mengunjungi situsgborg.postgresql.org/project/pgreplication/ (proyek pgreplication).
  • Manajemen User dan Keamanan

Kedua database menyimpan informasi user di sebuah database khusus. Sistem perizinan MySQL lebih mendetil daripada PostgreSQL. Misalnya, kita dapat mengeset agar user tertentu yang datang dari host tertentu hanya bisa membaca tabel saja tanpa bisa UPDATE. Di PostgreSQL ini masih bisa dilakukan dengan VIEW misalnya.
Untuk masalah enkripsi koneksi, keduanya mendukung SSL. Ada ekstensi PKIX bagi PostgreSQL yang menarik, sebab dapat membuat tabel terenkripsi: http://www.dimensional.com/~bgiles/pkixdoc/.
  • Tool Web/GUI

MySQL AB mengklaim lebih banyak tool grafis/web yang tersedia untuk MySQL, dan ini nampaknya cukup benar.
  • Tipe Data

PostgreSQL lebih kaya dalam hal tipe data (terutama yang domain-specific seperti tipe data geometris dan MONEY), tapi MySQL sudah mendukung semua tipe data umum.
Di PostgreSQL sebelum 7.1, masih ada keterbatasan yang cukup menyesakkan yaitu ukuran data BLOB maksimum adalah 8–32KB. Sejak 7.1, PostgreSQL juga dapat menyimpan data BLOB besar.
CHAR dan VARCHAR di PostgreSQL dapat menampung hingga 8 juta karakter (bandingkan dengan MySQL yang hanya 255).
  • Modifikasi Tabel

MySQL lebih fleksibel dalam ALTER TABLE. PostgreSQL sendiri terbatas hanya bisa melakukan penambahan kolom, penggantian nama kolom, dan penggantian nama tabel. MySQL mendukung penambahan/penghapusan kolom, penggantian definisi kolom, dsb.
  • Fitur OO dan SQL

Dalam waktu beberapa tahun PostgreSQL akan tetap memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan MySQL. Lebih banyak fitur dari standar SQL92 yang diimplementasi oleh PostgreSQL. MySQL bahkan belum mendukung subselek. View, trigger, foreign key checking (meski ini sudah ada di InnoDB) dan stored procedure semua hanya ada di PostgreSQL. Sebagai pengembang yang memutuskan memilih salah satu database, Anda perlu menanyakan kepada diri sendiri dulu apakah ingin lebih bersusah-payah melakukan code around fasilitas-fasilitas yang tidak ada di MySQL tersebut melalui bahasa pemrograman (misalnya, stored procedure diganti dengan user-defined function, subselek diganti beberapa kali SQL yang dibungkus dengan locking, dan tidak ada “trigger” berarti Anda harus melakukan pengecekan secara manual). Jika tidak ingin repot, lebih baik memilih PostgreSQL. Tapi jika tidak butuh fitur SQL yang rumit-rumit, Anda masih punya kebebasan memilih satu dari dua.
Di samping itu MySQL pun tidak memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record.
  • Fitur Unik

MySQL memiliki arsitektur yang memungkinkan sebuah database terdiri dari beberapa jenis tabel, misalnya: yang transaksional dan tidak, yang berbasis di memori atau di disk, yang terkompresi dan yang read-only. MySQL mendukung protokol terkompresi yang bisa menghemat bandwidth dan mengurangi latensi.
PostgreSQL memiliki tipe data array, pewarisan tabel dan tipe data, serta sistem rule. PostgreSQL memiliki tipe-tipe data “antik.” Di PostgreSQL Anda dapat menulis stored procedure (atau procedural language, istilah di PostgreSQL) dalam beberapa bahasa: PL/Perl, PL/Tcl, atau PL/PgSQL. PostgreSQL mendukung set/himpunan.

KEUNGGULAN  MySQL

  1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
  2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
  3. Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
  4. Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
  5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
  6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
  7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
  8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas
  9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
  10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
  11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
  12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

KELEMAHAN  MySQL

Kelemahan MySQL dari dulu sampai sekarang itu adalah 'feature-creep', artinya MySQL berusaha kompatibel dengan beberapa standard serta berusaha memenuhinya. Sampai sini terdengar bagus, namun kalau diungkapkan kenyataannya bahwa fitur-fitur itu belum lengkap dan berperilaku sesuai standar.
Selain itu kelemahan MySQL yang pantas disorot adalah dari sisi security , atau keamanan, yang agak terlalu sederhana bagi sebuah SQL 
Engine , meskipun tidak sesederhana SQLite yang juga datang dari dunia Open Source dan cukup digemari para Web Developer . Proyek pengembangan software MySQL diprakarsai, dan sampai sekarang masih tetap diketuai oleh Michael ''Monty'' Widenious. Software MySQL memiliki sistem lisensi ganda, yaitu Anda bisa memilih lisensi Open Source/Free Software di bawah GPL ( General Public Licence ) atau Anda juga bisa membeli lisensi komersial dari MySQL AB.[BR]


Kelebihan Postgre SQL



1.      PostgreSQL memiliki arsitektur multiproses (forking) yang berarti memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati—meskipun pada kenyataannya, dulu ini sering terjadi.

2.      Dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), kecepatan PostgreSQL sering mengalahkan MySQL untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, hal ini
dikarenakan PostgreSQL mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row.

3.      PostgreSQL memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record.Dengan adanya kemampuan OO ini maka di PostgreSQL, kita dapat mendefinisikan sebuah tabel yang mewarisi definisi tabel lain.

4.      PostgreSQL menyediakan hampir seluruh fitur-fitur database seperti yang terdapat dalam produk database komersial pada umumnya.

5.    PostgreSQL pun memiliki tipe data geometri (seperti titik, garis, lingkaran, poligon) yang mungkin berguna bagi aplikasi ilmiah tertentu

6.      PostgreSQL memberikan kita kemampuan mendefinisikan sebuah field sebagai array.

7.      PostgreSQL memiliki hampir semua fasilitas standar yang biasanya diinginkan: view (tabel virtual), trigger, subselek, stored procedure (dalam beberapa bahasa), dan foreign key constraint

8.      PostgreSQL juga memiliki apa yang disebut rule, yaitu tindakan custom yang bisa kita definisikan dieksekusi saat sebuah tabel di-INSERT, UPDATE, atau DELETE

9.      Postgres juga mempunayai kemampuan untuk membuat konektifitas dengan database lain seperti pgdump, Interbase, pgaccess dan hampir semua database pada Linux.



Kekurangan  Postgre SQL



1.      Kurang begitu populer dan cocok bekerja di lingkungan web jika   dibandingkan dengan mysql.

2.      Kurang fokus dalam hal kelangsingan dan kecepatan.

3.      Arsitektur dengan multiproses ini sulit diterapkan ke Windows, sebab Windows amat thread-oriented.

4.      PostgreSQL sendiri saat ini bisa dijalankan di Windows, tapi melalui lapisan emulasi Cygwin.

5.      Kurang unggul dalam hal ketersediaan fungsi built-in.

6.      Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya.

7.      PostgreSQL sendiri terbatas hanya bisa melakukan penambahan kolom, penggantian nama kolom, dan penggantian nama tabel.






BAB IV
PENUTUP


KESIMPULAN

kesimpulannya, semua software memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. punya fungsi tersendiri yang mana bisa membantu kita melakukan sesuatu. dengan istilah lain, software - software bisa membantu pekerjaan kita, mempermudah pekerjaan kita nantinya.
Yaa, semoga dengan informasi ini, bisa membuat kita lebih paham belajar DBD secara langsung. ^
akhir wassalam, terimakasih..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar